Lewati navigasi

entah kenapa aku merasa dia meninggalkan aku

seiring waktu yang berlari mengejar aku

aku merasa ini bukanlah sesuatu yang biasa

terpaan angin yang mendatangi aku di bukit indah di selatan yogyakarta

seakan berkata “hei temanku,kenapa kau memikirkan itu?apakah kamu tidak percaya akan adanya?”

tanpa aku sadari aku membalas ucapan tidak nyata itu “aku percaya,tapi aku tidak tau apakah kepercayaan yang aku miliki sekarang diketahui oleh dia?”

“dia yang selalu menggangap bahwa aku selalu kurang dihadapan dia,selalu menghilang yang sebenarnya aku tidak mau hilang”

hinggaplah seekor burung emprit dipohon tak bernyawa berkata “janganlah kau menyerah wahai manusia bodoh,kau tidak perlu mengetahui apakah dia tahu atau tidak tentang kepercayaan kamu,kamu hanya perlu menjalani apa yang perlu kamu jalani”

aku berfikir apakah mungkin yang dikatakan burung emprit itu benar

“ahhhhhhhhhhh sial”

sekarang aku mulai berfikir bahwa aku mulai gila

“kenapa aku harus percaya dengan apa yang kalian bicarakan”

“kalian seharusnya tidak dapat berbicara dengan manusia,kalian bukan manusia”

angin datang berbisik padakuĀ  “teriaklah sepuasmu,hingga tenggorokan yang menempel di tubuh kamu lepas”

disusul dengan desiran topan kecil disekeliling aku

aku kembali duduk terdiam fikirku biarlah mereka ngoceh sepuasnya

biarkan mereka menertawakan aku karena aku telah menjadi gila

hingga sampai akhir waktu aku akan tetap diam

menunggu kepercayaan itu datang kembali………..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.