entah kenapa aku merasa dia meninggalkan aku
seiring waktu yang berlari mengejar aku
aku merasa ini bukanlah sesuatu yang biasa
terpaan angin yang mendatangi aku di bukit indah di selatan yogyakarta
seakan berkata “hei temanku,kenapa kau memikirkan itu?apakah kamu tidak percaya akan adanya?”
tanpa aku sadari aku membalas ucapan tidak nyata itu “aku percaya,tapi aku tidak tau apakah kepercayaan yang aku miliki sekarang diketahui oleh dia?”
“dia yang selalu menggangap bahwa aku selalu kurang dihadapan dia,selalu menghilang yang sebenarnya aku tidak mau hilang”
hinggaplah seekor burung emprit dipohon tak bernyawa berkata “janganlah kau menyerah wahai manusia bodoh,kau tidak perlu mengetahui apakah dia tahu atau tidak tentang kepercayaan kamu,kamu hanya perlu menjalani apa yang perlu kamu jalani”
aku berfikir apakah mungkin yang dikatakan burung emprit itu benar
“ahhhhhhhhhhh sial”
sekarang aku mulai berfikir bahwa aku mulai gila
“kenapa aku harus percaya dengan apa yang kalian bicarakan”
“kalian seharusnya tidak dapat berbicara dengan manusia,kalian bukan manusia”
angin datang berbisik padakuĀ “teriaklah sepuasmu,hingga tenggorokan yang menempel di tubuh kamu lepas”
disusul dengan desiran topan kecil disekeliling aku
aku kembali duduk terdiam fikirku biarlah mereka ngoceh sepuasnya
biarkan mereka menertawakan aku karena aku telah menjadi gila
hingga sampai akhir waktu aku akan tetap diam
menunggu kepercayaan itu datang kembali………..